Kelebihan dan Kekurangan Forex dibandingkan Bisnis Benda Riil
Kalau kita tinjau dari segi definisi, kedua bisnis ini jelas banyak sekali perbedaannya. saya melihat perbedaaan yang meninjol dari kedua bisnis tersebut pada :2. Potensi Return yang dihasilkan
Efektivitas dan Efisiensi Waktu
Faktor keberhasilan dari trading forex adalah bukan dari volume/kuantitas waktu berapa jam tenaga & keringat kita mampu duduk didepan komputer, akan tetapi yang utama adalah kejelian kita dalam memanfaatkan ketika ada peluang untuk bertransaksi,tentunya dengan dasar analisa yang kuat & akurat, bukan untung-untungan / spekulasi yang mengandalkan luck sehingga keputusan bertransaksi kita adalah benar-benar keputusan yang mengubah peluang menjadi manfaat dan tentunya menghasilkan, dengan tidak menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya. Artinya, dibisnis ini harusnya kita sendirilah yang mengatur waktu bukan waktu yang mengatur kita. Simple bukan?
Return yang dihasilkan.
Saya sedikit cerita tentang pengalaman salah seorang Credit Analyst disalah satu bank swasta Indonesia, dalam menganalisa IDIR (Instalment Disposible Income Ratio) yakni kemampuan membayar/mengangsur perbulan dari calon nasabah yang hendak meminjam dana ke bank, selain verifikasi jaminan dll, yang paling pokok dijadikan dasar menganalisa, yakni kekuatan bisnis riil yang menjadi bisnis reguler dari calon nasabah. Sebagai contoh ; retailer, usaha dagang, pertanian, dll. Dalam kebijakan perbankan dan juga kenyataan di sekeliling kita, yang diakui sebagai pendapatan tetap dari return bisnis riil perbulan adalah tidak kurang dari 15%. Bahkan mungkin bisa diambil rata-rata perbulan hanya 10%, yang return 10% s.d 15% itupun bisnis yang sudah expert.